--}}
Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) sekarang bukan sekedar sarana tatap muka dan serap aspirasi. Sekarang kehadiran saya dan tim pemkot harus memberikan solusi dan kepastian akan masalah. Makanya, mulai sekarang polanya kita ubah. WBR tidak hanya bertemu masyarakat untuk berdialog di satu lokasi. Tetapi rangkaiannya kita awali dengan turun ke bawah berkeliling ke titik-titik darurat yang butuh segera diberikan intervensi. Disini saya memberikan kepastian penyelesaian dengan target langsung ditangani, atau ditangani H+7,H+30 atau H+60 selesai.
Pola baru itu kita mulai untuk WBR kali keempat ini. Saya bersama teman-teman OPD berkeliling ke sejumlah titik di wilayah Kelurahan Kartoharjo dan Oro-Oro Ombo yang menjadi fokus sasaran kali ini. Seperti permasalahan stunting, orang dengan gangguan jiwa, pelaku usaha disabilitas, hingga permasalahan pembangunan fisik seperti saluran, pengerukan sedimen, hingga pengaspalan jalan. Permasalahan sampah dan kebersihan juga menjadi prioritas utama. Seperti keberadaan TPS Pudak yang sudah tidak layak.
Semua permasalahan tersebut juga langsung kita berikan solusinya. Seperti masalah TPS yang mulai besok kita tutup dan kita pindahkan ke TPS lain. Begitu juga masalah pengaspalan yang harus ditindaklanjuti dan selesai dalam 60 hari ke depan. Begitu juga permasalahan stunting dan pelaku UMKM disabilitas. Kita petakan apa saja yang mereka butuhkan dan segera kita berikan. Dengan begitu kehadiran pemerintah dapat dirasakan masyarakat secara maksimal. Era sekarang ini, kita dituntut untuk cepat. Tidak cukup hanya dengan berdialog. Makanya kita hadir di tengah masyarakat untuk memberikan intervensi langsung.
BAGUS PANUNTUN
#kotamadiun #majumendunia #baguspanuntun #walikotabersamarakyat
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun