Pemkot Madiun Cetak Kelurahan Tangguh Bencana, Warga Dibekali Mitigasi hingga Respons Darurat

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 24 Jun 2026

Pemkot Madiun Cetak Kelurahan Tangguh Bencana, Warga Dibekali Mitigasi hingga Respons Darurat

MADIUN – Kemampuan menghadapi bencana tidak bisa dibangun saat keadaan darurat sudah terjadi. Karena itu, Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai memperkuat kesiapsiagaan masyarakat lewat pembentukan dan pelatihan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di Kelurahan Nambangan Lor.


Kegiatan dimulai pada Selasa (23/6) dan akan berakhir pada Jumat (26/6) tersebut turut diikuti oleh karang taruna, lembaga kemasyarakatan, hingga warga setempat. Selama pelatihan, peserta dibekali pemahaman mengenai mitigasi bencana, sistem peringatan dini, hingga langkah-langkah respons darurat saat menghadapi situasi kebencanaan.


Pelatihan secara resmi dibuka oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun pada Rabu (24/6) yang di dampingi oleh Sekertaris Daerah, Asisten II, Camat Manguharjo, Kepala Dinas BPBD, dan Lurah Nambangan Lor.


Plt Wali Kota Madiun mengatakan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko dan dampak bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


“Mitigasi preventif terhadap bencana itu penting. Kita tidak pernah tahu kapan bencana terjadi. Karena itu, masyarakat harus memiliki kesiapan serta memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.


Lebih lanjut, Plt wali kota menambahkan, meskipun Kota Pendekar memiliki tingkat kerawanan bencana yang relatif rendah, upaya peningkatan kapasitas masyarakat tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap kelurahan memiliki kemampuan untuk mengenali potensi ancaman sekaligus mengambil langkah cepat dan tepat ketika terjadi bencana.


“Dengan kondisi global yang belum menentu, maka masyarakat harus tetap kompak dan siap menghadapi berbagai tantangan. Dengan begitu, seluruh kelurahan harus dan mampu menjaga keamanan masyarakat,” tegasnya.


Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai sistem peringatan dini yang inklusif. Materi tersebut menekankan tentang pentingnya penyampaian informasi kebencanaan yang cepat, tepat, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. (bip/im/diskominfo)